Seputar Tayammum

Definisinya

  • Secara bahasa: Maksud
  • Secara istilah: Mengusap wajah dan tangan dengan menggunakan debu yang suci dengan maksud bersuci.

Hukumnya

  • Wajib, ketika tidak adanya air dan tidak mampu menggunakan air. Diwajibkan ketika hendak melakukan ibadah yang mengharuskan adanya toharoh.
  • Sunnah, ketika tidak adanya air dan tidak mampu dalam menggunakan air. Disunnahkan ketika hendak melakukan segala sesuatu yang disunnahkan padanya toharoh.

Dalil-dalil.

  • Firman Allah Ta’ala, “Dan ketika kalian tidak dapatkan air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik.
  • Sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Aku diberi lima hal yang tidak diberikan kepada Nabi-nabi sebelumku: 1) Rasa takut di jiwa-jiwa musuh dalam jarak satu bulan perjalanan (untuk perang), 2) Dijadikan bagiku bumi sebagai masjid dan pensuci. Maka apabila dari umatku ada yang mendapati waktu sholat, hendaklah ia segera shalat…

Hikmahnya

  • Termasuk kekhususan umat Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang tidak didapati di umat2 sebelumnya, dimana hal ini merupakan bentuk kemudahan dari Allah ketika ada suatu hal yang memberatkan
  • Mencegah bahaya yang timbul apabila air tetap dipakai, di sebagian keadaan, seperti: sakit, dingin yang sangat, dan semisalnya.
  • Tetap tersambungnya kita dengan ibadah dan hilangnya keterputusan kita dengan ibadah dengan sebab keterputusannya kita dari mendapatkan air.

Beberapa Keadaan Disyariatkannya

  • Tidak adanya air. Akan tetapi di sini diwajibkan mencari terlebih dahulu, di lingkungan sekitarnya baik di tempat tetangga, tempat2 umum, atau yang semisalnya. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala, “Dan engkau tidak dapatkan air…”. Maka, tidak bisa dikatakan “tidak mendapatkan” apabila belum mencari.
  • Tidak mampu dalam menggunakan air, meski airya ada, seperti: sakit, tua renta yang tidak memungkinkan bergerak dan tidak ada orang yang membantunya untuk berwudhu.
  • Khawatir akan bahaya yang ditimbulkan apabila menggunakan air. Seperti:
    • Sakit yang jika terkena air, dugaan kuatnya itu akan memperparah sakitnya
    • Di cuaca sangat dingin, dan tidak ada yang bisa menghangatkan air tersebut, dan berdasarkan dugaan kuat bahwa jika tetap menggunakan air, maka ia akan sakit.
    • Jika di tempat yang jauh aksesnya dengan air, atau mempunyai air tapi sangat sedikit dan hanya cukup untuk minum atau masak saja.

Tata Caranya (secara berurutan):

  1. Menepuk tanah dengan tangan sekali saja
  2. Meniup bekas debu yang menempel di telapak tangan tersebut, untuk menguragi ketebalannya
  3. Mengusap wajah dengannya sekali saja
  4. Mengusap punggung tangan kanan dengan telapak tangan kiri, dan sebaliknya.

Dalilnya hadits Ammar radhiyallahu anhu. tentang sifat tayamum Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Beliau menepuk bumi dengan tangannya, menipnya, kemudian mengusap dengan kedua tangan tersebut, wajah dan kedua tangannya”

Syarat-syaratnya

  • Niat
  • Tidak mampu menggunakan air.
  • Debunya suci
  • Debunya halal

Rukun-rukunnya

  • Mengusap wajah
  • Mengusap kedua tangan
  • Berurutan
  • Bersambung. Setelah mengusap wajah langsung mengusap kedua tangan

Pembatal-pembatalnya

  • Jika sudah didapati air, atau sudah mampu menggunakannya, tayamumnya batal.
  • Jika mendapati satu pembatal dari pembatal-pembatal wudhu, tayamumnya batal.
  • Jika mendapati satu saja dari hal-hal yang mewajibkan mandi junub.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s