Ketika sebuah dalil mengandung kemungkinan-kemungkinan

Syaikh Muqbil al Wadii ditanya tentang kaidah yang berbunyi, “Jikka sebuah dalil mengandung ihtimal (kemungkinan-kemungkinan pemahaman) maka batallah pendalilan dengan dalil tersebut”. Apakah kaidah ini benar dan apakah tidak lebih baik masing-masing beramal dengan kemungkinannya?

Jawab: ini kaidah batil. Demikian pula kaidah-kaidah sejenisnya. Jikalau sekiranya kaidah ini dibuka maka akan banyak dari syariat ini yang gugur. Jika sebuah dalil mengandung beberapa kemungkinan untuk bisa dibawa ke pemahaman begini dan begitu, maka anda bisa melihat penguat-penguatnya yang lain dari dalil-dalil lain. Bisa juga anda melihat mana kemungkinan yang paling kuat di antara kemungkinan-kemungkinan yang ada. Jika perkara ini sulit bagi anda, maka hendaknya diam.

Adapun jika anda mengatakan bahwa pendalilan dengan dalil tersebut batal, terkadang bisa jadi ini karena susah bagi anda dalam memahami kemungkinan2 tersebut, sedangkan bagi orang lain, Allah bukakan kepadanya tarjih (penguatan salah satu kemungkinan) dari kemungkianan2 yang ada. Betapa banyak dalil yang mengandung kemungkikan demikian dan demikian. Oleh karenanya, dalam kaidah ini, ada pembatalan terhadap syariat.

Dan saya menasihatkan kepada ikhwah sekalian dengan apa yang Asy Syaukani nasehatkan, “Tidaklah setiap kaidah itu kecuali butuh untuk dicari dalilnya dan bukan untuk berdalil dengannya”. Dan beliau berkata di awal-awal bukunya Irsyadul Fahul, “Banyak ulama pakar yang menjadi muqallid dengan sebab kaidah yang diletakkan oleh para ahli Ushul Fiqih”

(Tuhfatul Mujib hal. 110)

سئل شيخنا العلامة المحدث مقبل بن هادي الوادعي ـ رحمه الله ـ
سؤال : القاعدة التي تقول :الدليل إذا تطرق إليه الاحتمال بطل به الاستدلال , مامدى صحة هذه القاعدة , ثم أليس الأولى أن يعمل كل واحد باحتماله ؟
الجواب : هذه قاعدة باطلة وأكثر الأدلة من هذا النوع , فلو فتحت هذه القاعدة لتعطل كثير من الشرع , وإذا احتمل الدليل هذا وهذا ,فلك أن تنظر إلى مرجحات أخرى من أدلة أخرى ولكن أيضاً أن تنظر إلى الترجيح بين الاحتمالين , ثم إذا أشكل عليك الأمر تتوقف فيه .
أما أن تقول : يبطل به الاستدلال فقد يصعب لديك الفهم لدى احتمالات , وآخر يفتح الله عليه بترجيح أحد الاحتمالين , والعمل بأحد الاحتماين . وما أكثر الأدلة التي تحتمل هذا وهذا , ففي هذه القاعدة إبطال للشرع , وأنا أنصح الأخوة بما نصح به الشوكاني فهو يقول : مامن قاعدة إلا وهي تحتاج إلى أن يستدل لها , لا يستدل بها , ويقول في أوائل كتابه “إرشاد الفحول ” : إن كثيراً من العلماء الجهابذة أصبحوا مقلدين بسبب القواعد التي قعدها أصحاب أصول الفقه . (تحفة المجيب : 110 ) .

من مواضيع أبومالك المق

المصدر : http://majles.alukah.net/t55236/#ixzz2yLRGQzb7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s